Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadlan adalah bulan yang penuh kebaikan dan berkah. Bulan ini juga merupakan bulan pemberian kasih sayang, bulan yang diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia. Ramadhan adalah bulan yang diliputi rahmat, ampunan, dan sepertiga yang terakhir darinya adalah selamat (terbebas) dari siksa neraka.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. ” (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).

Al-Mundziri berkata: “Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Al-Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya.”

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. “Beliau ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau, ‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.’ ” (HR. Ahmad)'”

Disebutkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, ”Bila bulan Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka, serta diikatlah setan-setan.”

Ibadah yang wajib dilakukan ketika Ramadhan adalah shaum (puasa). Melakukan puasa Ramadhan karena iman kepada Allah maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu. Puasa termasuk ibadah yang paling utama dan ketaatan yang paling besar, sebagaimana telah banyak disebutkan dalam riwayat dan atsar.

Di antara keutamaan puasa ialah bahwa puasa telah diwajibkan oleh Allah SWT kepada semua umat manusia sejak dahulu. Firman Allah, ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Albaqarah [2]: 183).

Diantara keutamaan puasa Ramadlan lainnya ialah puasa itu menjadi sebab diampuni dosa-dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Disebutkan dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.”

Jika kita membuka kembali lembaran hadis-hadis Nabi Muhammad SAW banyak yang menunjukkan keutamaan puasa ini dari beberapa segi diantaranya; pertama, Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya di antara semua bentuk amalan lainnya. Karena puasa merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tiada seorang pun yang mengetahuinya selain Allah.

Kedua, puasa merupakan suatu bentuk kesabaran dalam menaati Allah, juga sabar terhadap takdir Allah dalam hal-hal yang menyakitkan, misalnya berupa lapar, haus, lemah badan, dan jiwa. Maka di dalam puasa ini tercakup kesabaran tersebut, dan nyatalah bahwa orang yang berpuasa termasuk orang yang sabar. Allah berfirman, ”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az-Zumar [39]: 10).

Ketiga, puasa sebagai perisai untuk menjaga orang yang berpuasa dari perkataan kotor, keji, dan sejenisnya. Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat, ”Jika seseorang dari kamu sedang berpuasa maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat keji.”

Selain itu, puasa juga membentengi orang yang berpuasa dari neraka sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang baik dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Puasa adalah perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.”

Keempat, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misk (minyak wangi paling harum), sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari. Dan kelima, orang yang berpuasa memperoleh dua macam kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika bertemu Rabb-nya.

Adab-adab berpuasa
Ibadah puasa mempunyai adab atau etika yang sangat banyak. Puasa tidak dapat sempurna kecuali dengan melaksanakan adab-adab tersebut. Adab-adab yang dimaksud ada dua macam, yaitu adab-adab yang wajib dilaksanakan oleh orang yang berpuasa serta wajib dijaga dan dipeliharanya. Sedangkan yang kedua adalah adab-adab yang mustahab, yang seyogyanya dijaga dan dipelihara.

Adapun adab-adab yang wajib dilaksanakan ketika berpuasa adalah: pertama, melaksanakan semua ibadah yang difardhukan Allah baik ibadah qauliyah maupun ibadah fi’liyah. Yang terpenting dari ibadah-ibadah itu tersebut ialah shalat fardhu yang merupakan rukun Islam terkokoh setelah syahadat. Oleh sebab itu, wajib shalat ini dijaga serta dilaksanakan sesuai rukun dan syaratnya. Hendaklah shalat dilakukan pada waktunya dengan cara berjamaah di masjid-masjid karena yang demikian itu termasuk ketakwaan.

Kedua, hendaklah orang yang berpuasa menjauhi ghibah yaitu menyebut-nyebut sesuatu yang ada pada orang lain padahal orang tersebut tidak senang bila mendengarnya baik yang berkenaan dengan cacat tubuhnya seperti pincang, cacat mata, dan sebagainya, dengan maksud meremehkan dan merendahkannya.

Ketiga, meninggalkan namimah (adu domba), yaitu menyampaikan perkataan seseorang mengenai pribadi orang lain kepada yang bersangkutan sehingga menjadi pertengkaran atau rusaknya hubungan antara keduanya. Namimah ini termasuk dosa besar sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, ”Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, menjauhi perbuatan menipu dalam semua lapangan muamalah seperti dalam jual beli, sewa menyewa, pertukangan, perindustrian, dan sebagainya. Dalam semua perundingan dan permusyawaratan karena menipu itu adalah dosa yang sangat besar. Sabda Rasulullah SAW, ”Barangsiapa menipu kami maka bukanlah ia dari golongan kami.” (HR Muslim). Dan kelima, orang yang berpuasa menjauhi segala macam musik, yaitu segala bentuk alat permainan yang dapat malalaikan orang dari mengingat Allah.

Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan, makan sahur ini pula yang menjadi perbedaan nyata antara puasa Muslim dengan puasanya ahli kitab seperti yang diriwayatkan Muslim dari Amru bin Ash: ”Perbedaan puasa kita dengan puasa kaum ahli kitab ialah makan sahur.”

Dikutip dari beberapa sumber

3 thoughts on “Keutamaan Bulan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s