Berhentilah…Kita perbarui iman kita sejenak !

Sudah hampir setahun kita berpisah dengan bulan Ramadhan dan kemudian kembali menyambangi kehidupan duniawi. Setahun sudah energi diri kita keluarkan untuk mengisi hari-hari kita dengan segala macam rutinitas yang kadang membuat kita sampai bosan. Setahun sudah kita melakukan perjalanan panjang menapaki dan menjejakkan banyak cerita, menuliskan satu-persatu pengalaman dalam halaman usia kita yang semakin lama semakin surut. Manusia punya rumah untuk kembali mengistirahatkan diri, setelah mungkin ia beraktivitas di luar sana, begitujuga dengan ruh yang hidup dalam diri kita, sejenak dia juga perlu kembali untuk mengisi energi yang mungkin terbuang karena sibuknya aktivitas yang kita lalui.
Manusia mempunyai fitrah, manusia mempunyai kejujuran hati, ia tidak mampu terus hidup dalam aktivitas dan rutinitas kesibukan yang terus menerus menghampiri. Bahkan mesin yang dirancang khusus dengan realibilitas yang tinggi pun membutuhkan masa-masa untuk mengistirahatkan diri. Masa-masa untuk kembali mengumpulkan energi dan bersiap melangkah lagi, menjemput segala macam realita yang ada di depannya. Apatah lagi manusia yang dilihat dari sisi manapun, ia memiliki keterbatasan. Kita butuh waktu-waktu untuk berhenti, untuk sekedar berhitung sudah berapa besar bekal yang kita miliki dan yang telah kita kumpulkan untuk menghadap kepada-Nya. Untuk sedikit mengevaluasi setiap langkah yang sudah terlanjur kita tapaki, dan kembali ke jalur jika melenceng dari garis yangtelah ditentukan, atau memantapkan langkah di kala kebenaran sedang hinggap
Berhentilah sejenak, kata seorang saikh. Mungkin kurang nyaman rasanya bila kita diajak menukik dari kesibukan super tinggi di atmosfer kebendaan untuk hinggap sejenak di dahan perenungan. Tapi biarlah rasa kurang nyaman itu kemudian sirna tatkala ketenangan dan kejernihan datang merayapi jiwa. Berhentilah sejenak untuk mengenali energi diri, meredakan kegelisahan, mengatasi kepanikan, menjaga harapan, memperkuat kemauan, menimbang umur sampai menemukan kembali martabat kemanusiaan.
Berhenti untuk bermuhasabah. Bukan berhenti untuk diam dan menutup diri, mirip para pertapa yang mengasingkan diri dari kehidupan dunia. Berhentilah tanpa lupa bahwa kita adalah makhluk sosial, yang butuh saling berinteraksi dan bersosialisasi. Memenuhi kebutuhan vertikal kita dengan beribadah kepada Allah dan mengisi ruang horizontal kita dengan berhubungan sesama manusia. Karena fitrah agama ini adalah tawazun (seimbang) dan washatiyah (moderat). Menjaga sisi keilahiyahan tanpa melupakan kebutuhan kodrati kemanusiaan.
Berhentilah sejenak untuk menggapai kebesaran rahmat ilahiyah di bulan Ramadhan ini. Berhentilah sejenak, kita mencoba mengevaluasi diri. Sudah sejauh mana diri kita berbenah. Sudah sejauh apa kita bersikap terhadap rekan dan saudara. Di bulan ini kita memperbanyak amal sebagai bekal kehidupan yang akan datang. Mumpung Allah memberikan bonus pahala dan kemudahan beramal. Tapi juga jangan lupa, puasa mengajarkan pelakunya untuk peka terhadap masyarat dan lingkungan sekitar. Maka pedulilah terhadap saudara-saudaramu yang lain. Barangkali ada salah yang harus dimintakan maaf, mungkin ada amanah yang harus ditunaikan. Kadang kita terlalu berharap orang lain mau menjadi seperti yang kita inginkan, padahal bisa jadi itu tidak selalu sesuai di mata Nya.
Berhentilah sejenak. Khusuklah bermunajat ketika malam mulai menyeruak. Beristighfar sebelum Izrail datang menunaikan tugasnya. Dan bertasbihlah, karena hanya Allah yang pantas kita tinggikan.
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin TuhanNya untuk mengatur segala urusan ; malam itu dipenuhi berkah sampai terbit fajar (QS 97 : 4-5)

Berhentilah…kita perbaharui iman kita sejenak!
Selamat menunaikan ibadah Ramadhan.
(f-muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s