Kesesatan NII (KW9)….

Pada awalnya, NII (Negara Islam Indonesia) merupakan pergerakan dimana tujuan utamanya adalah menciptakan sebuah Negara Indonesia yang berdasarkan syariat keislaman, bukan berdasarkan Pancasila, seperti saat ini.
Sejarah berdirinya NII berawal dari tahun 7 Agustus 1949 (12 syawal 1368) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Karena dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap RI, maka pada tanggal 27 Agustus 1949, pemerintah menumpas pergerakan NII.
Sampai saat ini, pembentukan sebuah Negara Islam masih dilakukan oleh pejuang NII. Karena tidak diakui oleh Pemerintah RI, NII tetap mendirikan Negara sendiri. Sebagai sebuah Negara, NII juga memiliki struktur pemerintah. Dalam upaya membuat Negara Islam secara keseluruhan, NII memiliki beberapa Faksi guna mempermudah dalam bergerak, menurut al-chaidar,hingga kini terdapat 14 faksi yang setia memperjuangkan berdirinya kembali NII. Semisal Faksi Abdullah Sungkar, Faksi Abdul Fatah Wiranagapati, Faksi Mahfud Sidik, Faksi Aceh, Faksi Sulawesi Selatan, Faksi Madura, Faksi Kahwi 7, Faksi Kahwi 9(KW9), serta beberapa faksi lainnya.
Menurut al-chaidar, diantara faksi-faksi tersebut tidak ada perbedaan yang mencolok, hanya saja ada 1 faksi yang menyimpang jauh dari visi dan falsafah awal gerakan NII, yaitu faksi 9 (KW9), pimpinan Abu Toto. Mereka(jama’ah) tidak diWAJIBkan untuk sholat karena NII KW9 menganngap bahwa fathul mekkah belum terjadi (apabila meninggalkan sholat, bisa di bayar dengan uang), tidak ada perintah menutup aurat bagi wanita, para jama’ah diwajibkan membayar infak, dimana nominalnya semakin bertambah setiap penarikan, terlebih yang telah memiliki jabatan yang tinggi. Dari mana asal uang itu, tidak menjadi masalah, bahkan mencuri pun menjadi halal bagi NII KW 9, sikap mereka juga biasanya menjadi keras, berani melawan orang tua.
Dalam pergerakannya, NII Kw 9, tergolong eksklusif. Hal ini dapat dilihat dari cara dakwah (misalnya pengajian), pengajian yang dilakukan NII Kw 9, merupakan pengajian tertutup, dimana pengajian dilakukan di suatu tempat(rumah), tanpa diketahui siapapun (tetangga sekitar) selain anggota NII itu sendiri. Tempat pengajiannya pun tidak hanya di satu tempat saja, biasanya mereka selalu nomaden (pindah dari satu tempat ke tempat lain), hal ini dilakukan agar masyarakat sekitarnya tidak curiga akan aktifitas mereka dan pergerakan mereka tidak dapat dilacak oleh pihak yang di anggap mengganggu.
Penambahan jumlah anggota senantiasa tetap dilakukan oleh para jama’ah lainnya. Pencarian jama’ah baru bisa berasal dari kalangan mana saja, tidak terkecuali dari kalangan mahasiswa/pelajar. Biasanya mereka menggunakan system diskusi dan berfikir kritis, karena metode inilah yang dianggap lebih efektif dalam penjaringan jama’ah yang baru(terutama mahasiswa dan pelajar). Pokok bahasan yang biasa digunakan dalam diskusi ini adalah tentang KeEsaan Tuhan, agama diibaratkan sebagai sebuah pohon, dimana pohon tersebut memiliki akar yang bercabang banyak(agama-agama), nantinya akan mengerucut menjadi satu(puncak pohon), dari sanalah doktrin mulai di masukkan kepada calon jama’ah (hati-hati dengan doktrin seperti ini).
Diskusi yang dilakukan, biasanya di tempat yang menarik, seperti mal-mal,,,,,saat ini ada beberapa anggota NII KW9 melakukan pengajiannya di mal, biasanya mereka berkumpul di tempat makanan fastfood, tanpa ada batasan antara ikhwan(laki-laki) dan akhwat (perempuan), mereka membawa buku yang mirip dengan kamus, padahal itu adalah al-quran yang ayat-ayatnya mereka kaji secara seenaknya (memotong-motong ayat sembarangan). Kegiatan dilakukan di tempat yang ramai guna mengelabui masyarakat. Apabila menemukan rombongan seperti ini, tidak ada salahnya kalau kita mulai curiga terhadap mereka.
Apabila mereka mendapatkan calon jama’ah baru, biasanya mereka selalu memantau kegiatan dari calon jamaah tersebut via telepon. Mereka berupaya mendoktrin calon jama’ah setiap saat, meyakinkan calon jamaah, agar mereka mau untuk hijrah menuju NII. Selain itu, biasanya perekrutan dilakukan dengan dengan metode silang, calon laki-laki direkrut/didekati oleh jama’ah NII perempuan, dan begitupun sebaliknya.
Apabila calon sudah terpengaruh, jama’ah NII mengajak calon jamaah untuk pergi hijrah, biasanya calon jama’ah diajak ke suatu wilayah selama beberapa hari, matanya di tutup dengan kain selama perjalanan. Sesampainya di tempat tujuan, calon jama’ah biasanya di doktrin lagi, sebagai upaya penguatan akhir sebelum dilakukan pembaiatan. Saat pembaiatan itu selesai, calon jama’ah NII resmi keluar dari warga Republik Indonesia(RI), dan akan mendapatkan kartu keanggotaan NII (KTP NII). Yang agak menarik dan sangat berbeda, jama’ah NII pergi haji tidak ke Mekkah, melainkan ke
Indramayu >>>>>> Pondok Pesantren Azzaitun.
Menariknya, tidak ada santri dari pondok pesantren(PonPes) Azzaitun yang mengetahui adanya pergerakan sesat NII KW 9 di pondoknya. Sebagian baru tahu ketika mereka sudah selesai/keluar dari pondok tersebut.
Untuk mengamankan diri, apabila ditanya seseorang yang belum di kenal tentang keluarga tentara(aparat), jawab saja “Iya, saya punya”, karena menurut beberapa sumber NII tidak terlalu berani mendekati calon jama’ah yang memiliki keluarga aparat.
Wallahu’alam bi showab

One thought on “Kesesatan NII (KW9)….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s