Rahasia Sunnah Tidak Diperbolehkannya Meniup Air Yang Masih Panas

Image

Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya agar dapat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita seharusnya berusaha agar makan dan minum yang kita konsumsi sesuai aturan sehingga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.

Dari Abu Said Al-Khudri ra dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَن ْ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِي الْإِنَاءِ قَالَ أَهْرِقْهَا قَالَ فَإِنِّي لَا أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ فَأَبِنْ الْقَدَحَ إِذَنْ عَنْ فِيكَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup ke dalam minuman. Kemudian seorang laki-laki berkata, “Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dalam bejana?” Beliau bersabda: “Kalau begitu, tumpahkanlah.” Dia berkata lagi, “Sungguh, aku tidaklah puas dengan sekali tarikan nafas.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat untuk minum) dari mulutmu.” (HR. At-Tirmizi no. 1887 & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm 6912)

Dari Abu Qatadah ra dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum).” (HR. Muslim no. 227)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً وَفِي الْآخَرِ دَاءً

“Apabila seekor lalat hinggap dalam tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya dia mencelupkan lalat tersebut ke dalam minuman itu, kemudian hendaknya dia membuangnya (lalat tersebut). Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit & pada sayap lainnya terdapat penawarnya.” (HR. Al-Bukhari no. 3320)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas ke dalam minuman dan juga melarang untuk meniupnya. Hal itu karena amalan tersebut bisa menjadi sebab terganggunya kesehatan dan juga membuat air tersebut tak bisa diminum lagi oleh orang lain. Larangan ini bersifat mutlak dan tetap berlaku, walaupun ada kotoran di dalam minuman tersebut, karenanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tetap melarang untuk meniup kotoran tersebut tapi beliau menganjurkan untuk membuang kotoran tersebut. Kalaupun dia terpaksa harus bernafas maka hendaknya dia menjauhkan bejana tersebut dari mulutnya agar nafas dan tiupannya tak masuk ke dalam bejana tersebut.

Selain itu, saat kita bernafas terdapat partikel yang masuk yang dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.

Jika kita bahas secara ilmiah yaitu karena air memiliki rumus kimia H20. Ini berarti di dalam air terdapat dua buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana dua atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembuskan nafas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2).

Apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.
Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan.

Dari sini juga semakin jelas hikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Sumber :

http://salafy-indonesia.web.id

http://iqmal.staff.ugm.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s