Mahabbah, Love for Allah

Bismillahirrohmanirrohim,

 Image

Mahabbah menurut arti bahasa adalah saling cinta mencintai. Dalam kajian tasawuf, mahabbah berarti mencintai Allah dan mengandung arti patuh kepada-Nya dan membenci sikap yang melawan kepada-Nya, mengosongkan hati dari segala-galanya kecuali Allah SWT serta menyerahkan seluruh diri kepada-Nya.

Kaum Sufi menganggap mahabbah sebagai modal utama sekaligus mauhibah dari Allah SWT, untuk menuju ke jenjang ahwal yang lebih tinggi. Konsep al-hub (cinta) pertama kali dicetuskan oleh seorang sufi wanita terkenal Rabi’ah al-Adawiyah (96 H – 185 H), menyempurnakan dan meningkatkan versi zuhud, al khauf war raja’ dari tokoh sufi Hasan al-Basri. Cinta yang suci murni adalah lebih tinggi dan lebih sempurna daripada al khauf war raja’ (takut dan pengharapan), karena cinta yang suci murni tidak mengharapkan apa-apa dari Allah kecuali ridla-Nya. Menurut Rabi’ah al-Adawiyah, al-hub itu merupakan cetusan dari perasaan rindu dan pasrah kepada-Nya. Perasaan cinta yang menyelinap dalam lubuk hati Rabi’ah al-Adawiyah, menyebabkan dia mengorbankan seluruh hidupnya untuk mencintai Allah SWT.

Abu Nasr as-Sarraj at-Tusi, seorang tokoh sufi terkenal membagi mahabbah kepada tiga tingkat :

  1. Mahabbah orang awam, yaitu orang yang selalu mengingat Allah SWT dengan dzikir dan memperoleh kesenangan dalam berdialog dengan-Nya serta senantiasa memuji-Nya.
  2. Mahabbah orang shiddiq (orang jujur, orang benar) yaitu orang yang mengenal Allah tentang kebesaran-Nya, kekuasaan-Nya dan ilmu-Nya. Mahabbah orang shiddiq ini dapat menghilangkan hijab, sehingga dia menjadi kasyaf, terbuka tabir yang memisahkan diri seseorang dari Allah SWT. Mahabbah tingkat kedua ini sanggup menghilangkan kehendak dan sifatnya sendiri, sebab hatinya penuh dengan rindu dan cinta kepada Allah.
  3. Mahabbah orang arif, yaitu cintanya orang yang telah penuh sempurna makrifatnya dengan Allah SWT. Mahabbah orang arif ini, yang dilihat dan dirasakannya bukan lagi cinta, tetapi diri yang dicintai. Pada akhirnya sifat-sifat yang dicintai masuk ke dalam diri yang mencintai.
    Continue reading
Advertisements

Ada Semangat Dalam Ramadhan

Untitled-21 copy

Suatu ketika, seorang alim diundang berburu. Sang alim hanya dipinjami kuda yang lambat oleh tuan rumah. Tak lama kemudian, hujan turun dengan derasnya. Semua kuda dipacu dengan cepatnya agar segera kembali ke rumah. Tapi kuda sang alim berjalan lambat. Sang alim kemudian melepas bajunya, melipat dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah. Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali baju-nya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda yang mereka tunggangi lebih cepat.
Dengan perasaan heran, tuan rumah bertanya kepada sang alim, ”Mengapa bajumu tetap kering?” ”Masalahnya kamu berorientasi pada kuda, bukan pada baju,” jawab sang alim ringan sambil berlalu mening-galkan tuan rumah.
Dalam perjalanan hidup, kadang-kala kita mengalami kesalahan orientasi (persepsi) seperti tuan rumah dalam cerita di atas. Kita mengingin-kan sesuatu namun tidak memiliki orientasi seperti yang diinginkan, sehingga akhirnya kita tidak menda-patkan apa yang diinginkan.
Continue reading

Training Rohis 2 FKM “Membentuk Generasi Rabbani, Berdakwah dengan Hati”

IMG_9590

TR 2 (Training Rohis 2) merupakan alur kaderisasi kerohisan tingkat lanjut dari Rohis fakultas. Sasaran TR 2 FKM adalah seluruh mahasiswa muslim dan pengurus GAMAIS FKM UNDIP. Acara yang bertemakan “Generasi Rabbani, Berdakwah dengan Hati” ini berlangsung selama dua hari satu malam, tepatnya pada tanggal 22-23 Juni 2013 di Mijen yang diikuti oleh 40 peserta berasal dari FKM, PSIK dan FIB.

Pagi hari pertama, peserta berkumpul di Masjid Kampus Undip untuk melangsungkan acara pembukaan. Dilanjutkan dengan registrasi peserta. Kemudian peserta langsung diarahkan untuk mengikuti materi pertama (Fiqih Dakwah) yang diisi oleh Ustad Joko.

Continue reading

Mentoringku Inspirasiku bersama Mas Riski “Awan”

Mas Riski Awan X factor

Mas Riski Awan X factor

Badan Semi Otonom (BSO) Mentoring Gamais FKM UNDIP, telah mangadakan sebuah acara yang bernama Follow Up Mentoring di ruang D201-1 FKM Undip (7/6). Acara Follow Up Mentoring ini bertemakan “mentoringku inspirasiku”. Acara ini diadakan setelah tidak berlanjutnya mentoring ikhwan di FKM setelah libur semester. Acara ini merupakan sarana untuk mengajak kembali mahasiswa angkatan 2012 untuk mengikuti mentoring lanjutan. Pada Follow Up Mentoring kali ini, semua pesertanya merupakan khusus ikhwan 2012. Selain itu, juga dihadiri alumni-alumni dan pementor dari angkatan terdahulu, serta salah satu personil Awan Xfactor yang juga merupakan alumni FKM yaitu mas Riski
Continue reading

Rahasia Sunnah Tidak Diperbolehkannya Meniup Air Yang Masih Panas

Image

Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya agar dapat melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita seharusnya berusaha agar makan dan minum yang kita konsumsi sesuai aturan sehingga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.

Dari Abu Said Al-Khudri ra dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَن ْ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِي الْإِنَاءِ قَالَ أَهْرِقْهَا قَالَ فَإِنِّي لَا أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ فَأَبِنْ الْقَدَحَ إِذَنْ عَنْ فِيكَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk meniup ke dalam minuman. Kemudian seorang laki-laki berkata, “Lalu bagaimana bila aku melihat kotoran di dalam bejana?” Beliau bersabda: “Kalau begitu, tumpahkanlah.” Dia berkata lagi, “Sungguh, aku tidaklah puas dengan sekali tarikan nafas.” Beliau bersabda: “Kalau begitu, jauhkanlah bejana (tempat untuk minum) dari mulutmu.” (HR. At-Tirmizi no. 1887 & dinyatakan shahih oleh Al-Albani dlm 6912)
Continue reading

Sudahkah Kamu Berjilbab ??

582464_139998619492376_1000565451_n copy

Assalamu’alaykum akhwati yang cantik nan solehah, sudahkah kamu berjilbab? J

Kali ini departemen An Nisa akan membahas tentang jilbab penting sekali nih buat para muslimah,yang ikhwan juga harus tau agar bias mengingatkan ibu, dan atau saudari-saudari nya yang lain ^^.

Jilbab? Ya, perintah wajib yang diturunkan Allah untuk para muslimah. Nah salihat, tahukah bahwa kita adalah perhiasan dunia? Seperti pada hadis yang meriwayatkan,

            “Dan dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah” (HR. muslim).

Subhanallah, mulia sekali ya ternyata kita? Sungguh Allah Maha Pemurah atas segala rizkiNya sehingga menciptakan paras-paras cantik bagi kita semua para muslimah.

Namun sayang sekali, masih banyak muslimah diluar sana yang lupa bahwa keindahan yang kita miliki adalah sesungguhnya hanya titipan semata dari Allah SWT. Mereka lupa akan kewajiban untuk menjaga dan melindungi perhiasan ini dari mata lelaki yang bukan mahramnya, mereka lupa kewajiban untuk menutup aurat padahal Allah sudah menjelaskannya.

Surat An-Nur:31 salah satunya mengenai jilbab untuk wanita

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

Ini adalah bukti konkrit bahwa perintah menggunakan kerudung turun dari Allah SWT dan adalah wajib hukumnya. Nah karena ini adalah kewajiban, tentu ada hukuman atau sanksi bagi yang melanggarnya, tentu dosa besar bagi kita yang mengingkarinya, naudzubillahimindzallik.

Ingin tahu bagaimana hukuman dan siksaan yang akan kita terima kelak apabila kita mengingkari kewajiban ini?

            Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.  Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.  Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri,”kata Nabi.

*Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya. Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Begitulah salihat, hukuman besar dari kewajiban yang kita sepelekan. Na’udzubillahimindzallik wastaghfirullahal’adziim, semoga artikel singkat ini membuka mata hati kita untuk sesegera mungkin menutup aurat kita dan senantiasa menjaganya :’)

Dimanakah Keikhlasan Berada ???

Hitungan tahun tlah berlalu
Sejak bertemu dengan cahaya itu
Tetapi ketika cahaya itu mulai meredup
Maka ini salah siapa…

ALLOH tidak akan pernah salah memilih orang
DIA tahu siapa yang mampu diberi sebuah peranan
Bahkan apa yang terbaik pun, DIA tlah memilihkannya
Tapi seringkali manusia merasa lebih tahu apa yang
terbaik untuknya
Astaghfirullah… Continue reading